Tanggal Praktikum : Selasa, 18 Maret 2025
1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
|
Tegangan DC |
|
|
|
Amplitudo Vpp |
Perioda |
Frekuensi |
|
0 |
tidak terdeteksi |
0 |
|
Tegangan AC |
|
|
|
Amplitudo Vpp |
Perioda |
Frekuensi |
|
4 |
0,0015 |
1000 |
2. Membandingkan Frekuensi
|
Jenis Gelombang |
Frekuensi
oscilloscope |
Frekuensi Generator
Fungsi |
|
Sinusoidal |
1000 |
1000 |
|
Gigi gergaji |
997 |
1000 |
|
Pulsa (Kotak) |
1000 |
1000 |
3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
|
Perbandingan
Frekuensi |
Frekuensi Generator A (fy) |
Frekuensi Generator B (fx) |
Gambar Lissajous |
|
1 :1 |
1000 |
1000 |
|
|
1 :2 |
1000 |
2000 |
|
|
2 :1 |
2000 |
1000 |
|
|
1 :3 |
1000 |
3000 |
|
|
3 :1 |
3000 |
1000 |
|
|
2 :3 |
2000 |
3000 |
|
|
3 :2 |
3000 |
2000 |
|
|
|
|
|
|
4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri
|
Beban |
Daya Terukur (Watt) |
V
total |
I total |
Daya Terhitung
(Watt) |
|
1 Lampu |
0,75 Watt |
2,5 V |
340 mA |
0,85 watt |
|
2 Lampu |
1,5 watt |
5 V |
340 mA |
1,7 watt |
|
3 Lampu |
2,25 watt |
7,5 V |
340 mA |
2,55 watt |
5. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel
|
Beban |
Daya Terukur (Watt) |
V
total |
I total |
Daya Terhitung
(Watt) |
|
1 Lampu |
0,75 watt |
1,478 V |
260 mA |
0,384 watt |
|
2 Lampu |
1,5 watt |
1,478 V |
500 mA |
0,739 watt |
|
3 Lampu |
2,25 watt |
1,478 V |
350 mA |
0,5173 watt |
1. Kalibrasi oscilloscop
Prinsip Kerja : Kalibrasi oscilloscope bertujuan untuk memastikan bahwa alat ukur ini memberikan hasil pengukuran yang akurat dan sesuai dengan standar referensi. Dengan cara menghubungkan probe input oscilloscope ke terminal kalibrasi pada osiloskop, lalu menyetel skala tegangan , waktu, dan posisi gelombang harus sejajar atau memiliki perbandingan posisi yang sama agar pembacaan akurat.
1.Video Percobaan Oscilloscope
1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop digunakan?
Jawab : Karena untuk memastikan keakuratan hasil pengukuran. Tanpa kalibrasi yang tepat, oscilloscope dapat memberikan data yang tidak akurat, yang dapat menyebabkan kesalahan dalam analisis sinyal.Alasan lain seperti, menyesuaikan dengan standar dan regulasi, mengurangi penyimpangan seiring waktu, memastikan konsistensi dalam pengukuran.
2.Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitude, frekuensi dan perioda!
Jawab :
1). Amplitudo
Amplitudo adalah nilai tegangan maksimum yang dicapai oleh suatu sinyal listrik.
-
Tegangan AC:
- Amplitudonya selalu berubah-ubah dalam suatu pola tertentu, biasanya berbentuk gelombang sinus, persegi, atau segitiga.
- Nilainya berosilasi antara positif dan negatif, melewati titik nol secara berkala.
Tegangan DC:
- Amplitudonya tetap dan tidak berubah terhadap waktu.
- Tidak ada perubahan nilai tegangan, hanya berupa satu garis lurus horizontal pada osiloskop.
Pada osiloskop:
- Tegangan AC akan terlihat sebagai gelombang naik-turun secara periodik.
- Tegangan DC akan terlihat sebagai garis lurus horizontal tanpa variasi.
2). Frekuensi
Frekuensi menunjukkan seberapa sering siklus gelombang berulang dalam satu detik, dengan satuan Hertz (Hz).
-
Tegangan AC:
- Selalu memiliki frekuensi tertentu, misalnya 50 Hz atau 60 Hz.
- Frekuensi dapat bervariasi tergantung pada sumber sinyalnya,
- Tegangan DC:
- Tidak memiliki frekuensi karena tidak berubah terhadap waktu.
- Tidak ada siklus atau gelombang yang berulang, hanya tegangan konstan.
Pada osiloskop:
- Tegangan AC akan terlihat sebagai gelombang berulang sesuai dengan frekuensinya.
- Tegangan DC akan terlihat sebagai garis horizontal tanpa osilasi, karena tidak memiliki frekuensi.
3). Periode
Periode adalah waktu yang dibutuhkan oleh satu siklus gelombang AC untuk kembali ke titik awalnya, dan dinyatakan dalam detik (s).
-
Tegangan AC:
- Memiliki periode tetap yang dihitung menggunakan rumus
T=1/f
-
Tegangan DC:
- Tidak memiliki periode karena bentuk gelombangnya tidak pernah berubah atau berulang dalam siklus.
Jawab :
1). Gelombang Sinusoidal (Sinus Wave)
- Memiliki bentuk gelombang yang halus dan melengkung secara periodik.
- Nilai tegangannya berubah secara bertahap dari maksimum positif ke maksimum negatif.
- Berbentuk kurva halus yang naik dan turun secara berulang.
3). Gelombang Segitiga (Triangle Wave)
- Bentuknya menyerupai gunung dan lembah dengan perubahan tegangan yang linier.
- Tampak seperti garis lurus naik dan turun secara berulang, membentuk segitiga.
4). Gelombang Gigi Gergaji (Sawtooth Wave)
- Mirip dengan gelombang segitiga, tetapi hanya satu sisi yang naik secara bertahap, sedangkan sisi lainnya turun secara tiba-tiba.
- seperti deretan gigi gergaji, dengan kemiringan naik perlahan dan turun tajam atau sebaliknya.
Jawab :
|
Beban |
DayaTerukur
(Watt) |
DayaTerhitung
(Watt) |
|
1 Lampu |
0,75 Watt |
0,85 watt |
|
2 Lampu |
1,5 watt |
1,7 watt |
|
3 Lampu |
2,25 watt |
2,55 watt |
Pada hasil percobaan nilai daya terukur dengan daya terhitung itu berbeda ( mendekati ) karena adanya faktor lain seperi kalibrasi alat atau ketidakpastian alat ukur,sehingga hasilnya berbeda.
5. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu parallel!
Jawab :
|
Beban |
Daya Terukur (Watt) |
Daya Terhitung (Watt) |
|
1 Lampu |
0,75 watt |
0,384 watt |
|
2 Lampu |
1,5 watt |
0,739 watt |
|
3 Lampu |
2,25 watt |
0,5173 watt |
Pada hasil percobaan nilai daya terukur dengan daya terhitung itu berbeda , perbedaan nilai daya terukur dan daya terhitung disebabkan oleh faktor akurasi alat ukur, toleransi komponen listrik, pengaruh faktor daya, dan nilai resistansi.
Download video percobaan menggunakan oscilosccope ( disini )
Download video percobaan pengukuran daya beban lampu seri dan paralel ( disini )
Download Laporan Akhir ( disini )
















Komentar
Posting Komentar