1. Jurnal [Kembali]

                                                         JURNAL PRAKTIKUM
                                   OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA

Nama : Hamdi Noval

No BP : 2410951013

Tanggal Praktikum 
: Selasa, 18 Maret 2025

Asisten : Dzaki Asyrof , Mhd Dzikra Halim


Oscilloscope

 1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik


 

Tegangan DC

 

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

 0

 tidak terdeteksi

 0

Tegangan AC

 

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

 4

 0,0015

 1000 



 2. Membandingkan Frekuensi

 

 

Jenis Gelombang

Frekuensi oscilloscope

 

Frekuensi Generator Fungsi

Sinusoidal

 1000

 1000

Gigi gergaji

 997

 1000

Pulsa (Kotak)

 1000

 1000



 3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous


 

Perbandingan Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Gambar  Lissajous

1 :1

 1000

 1000

 


1 :2

 1000

 2000

 


2 :1

 2000

 1000

 


1 :3

 1000

 3000

 


3 :1

 3000

 1000

 


2 :3

 2000

 3000

 


3 :2

 3000

 2000

 


 

 

 

 





4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri

 


 

Beban

 

Daya Terukur (Watt)

 

V total

 

I total

 

Daya Terhitung (Watt)

1 Lampu

 0,75 Watt 

 2,5 V

 340 mA

 0,85 watt

2 Lampu

 1,5 watt

 5 V

 340 mA

 1,7 watt

3 Lampu

 2,25 watt

 7,5 V

 340 mA

 2,55 watt




 5. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel

 

 

Beban

 

Daya Terukur (Watt)

 

V total

 

I total

 

Daya Terhitung (Watt)

1 Lampu

 0,75 watt

 1,478 V

 260 mA

 0,384 watt

2 Lampu

 1,5 watt

 1,478 V

 500 mA

 0,739 watt

3 Lampu

 2,25 watt

 1,478 V

 350 mA

 0,5173 watt

 




2. Prinsip Kerja [Kembali]


1.   Kalibrasi oscilloscop

Prinsip Kerja : Kalibrasi oscilloscope bertujuan untuk memastikan bahwa alat ukur ini memberikan hasil pengukuran yang akurat dan sesuai dengan standar referensi. Dengan cara menghubungkan probe input oscilloscope ke terminal kalibrasi pada osiloskop, lalu menyetel skala tegangan , waktu, dan posisi gelombang harus sejajar atau memiliki perbandingan posisi yang sama agar pembacaan akurat.



2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
Susun rangkaian seperti gambar berikut

    


Prinsip kerja :Dalam pengukuran menggunakan sumber tegangan searah (DC), atur output power supply sebesar 4 V dan dihubungkan ke kanal B oscilloscope. Bentuk gelombang arus searah dapat diamati dan diukur nilai tegangannya. Untuk mengamati gelombang dan tegangan arus bolak-balik (AC), digunakan sinyal sinusoidal dari signal generator dengan frekuensi 1 kHz dan tegangan 4 Vp-p (volt peak-to-peak). Sinyal ini dihubungkan ke kanal A oscilloscope sehingga bentuk gelombang AC dapat terlihat dengan jelas.

3. Mengukur dan Mengamati Frequency



Prinsip Kerja : Pada pengukuran frekuensi dengan funcition generator/signal generator dan oscilloscope,output dari function dihubungkan ke input kanal A dengan frekuensi tertentu.Nantinya jika di running program ini akan menghasilkan bentuk gelombang pada oscilloscope .Frekuensi yang terbaca pada generator dapat dibandingkan dengan frekuensi yang terbaca pada oscilloscope dengan cara ,gelombang yang terbaca di oscilloscope dicari terlebih dahulu periode nyA (T), setelah itu didapatkan frekuensi dengan rumus f = (1/T) ,hingga akhirnya dapat dibandingkan frekuensi yang terbaca pada Function Generator dan frekuensi yang terbaca pada Oscilloscope.


4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
 


Prinsip Kerja : membandingkan frekuensi dengan pola Lissajous pada osiloskop  yaitu dengan menampilkan dua sinyal tegangan yaitu  X dan Y, lalu mengamati bentuk pola yang dihasilkan. Pola ini membantu memvisualisasikan hubungan frekuensi dengan cara yang sederhana dan akurat. Dari bentuk pola Lissajous ini, perbandingan frekuensi antara dua sinyal bisa ditentukan dengan menghitung jumlah simpul atau potongan garis pada masing-masing sumbu.


5. Mengukur Daya Satu Fasa




Prinsip Kerja : Dalam mengukur besarnya daya listrik yang diserap oleh beban pada rangkaian seri dan paralele yaitu dengan menggunakan wattmeter. Arus yang mengalir pada rangkaian seri sama pada setiap beban, sedangkan dalam rangkaian paralel, tegangan pada setiap beban adalah sama. Dengan menghubungkan sumber AC ke rangkaian dan mencatat daya yang terbaca pada wattmeter. Dan menganalisa pengaruh rangkaian terhadap daya listrik.

3. Video Percobaan [Kembali]

1.Video Percobaan Oscilloscope





2.Video percobaan pengukuran daya beban lampu seri dan paralel







4. Analisa[Kembali]

1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop digunakan?
Jawab : Karena untuk memastikan keakuratan hasil pengukuran. Tanpa kalibrasi yang tepat, oscilloscope dapat memberikan data yang tidak akurat, yang dapat menyebabkan kesalahan dalam analisis sinyal.Alasan lain seperti, menyesuaikan dengan standar dan regulasi, mengurangi penyimpangan seiring waktu, memastikan konsistensi dalam pengukuran.


2.Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitude, frekuensi dan perioda!
Jawab : 

1). Amplitudo 

Amplitudo adalah nilai tegangan maksimum yang dicapai oleh suatu sinyal listrik.

  • Tegangan AC:

    • Amplitudonya selalu berubah-ubah dalam suatu pola tertentu, biasanya berbentuk gelombang sinus, persegi, atau segitiga.
    • Nilainya berosilasi antara positif dan negatif, melewati titik nol secara berkala.
  • Tegangan DC:

    • Amplitudonya tetap dan tidak berubah terhadap waktu.
    • Tidak ada perubahan nilai tegangan, hanya berupa satu garis lurus horizontal pada osiloskop.

Pada osiloskop:

  • Tegangan AC akan terlihat sebagai gelombang naik-turun secara periodik.
  • Tegangan DC akan terlihat sebagai garis lurus horizontal tanpa variasi.

2). Frekuensi 

Frekuensi menunjukkan seberapa sering siklus gelombang berulang dalam satu detik, dengan satuan Hertz (Hz).

  • Tegangan AC:

    • Selalu memiliki frekuensi tertentu, misalnya 50 Hz atau 60 Hz.
    • Frekuensi dapat bervariasi tergantung pada sumber sinyalnya, 

  • Tegangan DC:

    • Tidak memiliki frekuensi karena tidak berubah terhadap waktu.
    • Tidak ada siklus atau gelombang yang berulang, hanya tegangan konstan.

Pada osiloskop:

  • Tegangan AC akan terlihat sebagai gelombang berulang sesuai dengan frekuensinya.
  • Tegangan DC akan terlihat sebagai garis horizontal tanpa osilasi, karena tidak memiliki frekuensi.

3). Periode

Periode adalah waktu yang dibutuhkan oleh satu siklus gelombang AC untuk kembali ke titik awalnya, dan dinyatakan dalam detik (s).

  • Tegangan AC:

    • Memiliki periode tetap yang dihitung menggunakan rumus 
      T=1/f                  
  • Tegangan DC:

    • Tidak memiliki periode karena bentuk gelombangnya tidak pernah berubah atau berulang dalam siklus.


3.Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi !
Jawab : 

1). Gelombang Sinusoidal (Sinus Wave)

  • Memiliki bentuk gelombang yang halus dan melengkung secara periodik.
  • Nilai tegangannya berubah secara bertahap dari maksimum positif ke maksimum negatif.
  • Berbentuk kurva halus yang naik dan turun secara berulang.

2). Gelombang Persegi (Square Wave)


  • Memiliki dua level tegangan: maksimum (+A) dan minimum (-A)
  • Berbentuk kotak bergantian antara atas dan bawah, dengan transisi tegangan yang tajam.

3). Gelombang Segitiga (Triangle Wave)

  • Bentuknya menyerupai gunung dan lembah dengan perubahan tegangan yang linier.
  • Tampak seperti garis lurus naik dan turun secara berulang, membentuk segitiga.

4). Gelombang Gigi Gergaji (Sawtooth Wave)




  • Mirip dengan gelombang segitiga, tetapi hanya satu sisi yang naik secara bertahap, sedangkan sisi lainnya turun secara tiba-tiba.
  • seperti deretan gigi gergaji, dengan kemiringan naik perlahan dan turun tajam atau sebaliknya.
4.Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban
lampu seri!
Jawab : 

 

 

Beban

 

DayaTerukur (Watt)

 

DayaTerhitung (Watt)

1 Lampu

 0,75 Watt 

 0,85 watt

2 Lampu

 1,5 watt

  1,7 watt

3 Lampu

 2,25 watt

 2,55 watt


Pada hasil percobaan nilai daya terukur dengan daya terhitung itu berbeda ( mendekati ) karena adanya faktor lain seperi kalibrasi alat atau ketidakpastian alat ukur,sehingga hasilnya berbeda.


5. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu parallel!
Jawab  :                                                                                                                                                                                                                                                       

     

Beban

 

Daya Terukur (Watt)

 

Daya Terhitung (Watt)

1 Lampu

 0,75 watt

 0,384 watt

2 Lampu

 1,5 watt

 0,739 watt

3 Lampu

 2,25 watt

 0,5173 watt


Pada hasil percobaan nilai daya terukur dengan daya terhitung itu berbeda , perbedaan nilai daya terukur dan daya terhitung disebabkan oleh faktor akurasi alat ukur, toleransi komponen listrik, pengaruh faktor daya, dan nilai resistansi.


5. Download File[Kembali]

Download video percobaan menggunakan oscilosccope ( disini )

Download video percobaan pengukuran daya beban lampu seri dan paralel ( disini )

Download Laporan Akhir ( disini )



Komentar