1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRAKTIKUM TRANSISTOR

 

Nama                        : Hamdi  Noval                                                                  

Tanggal Praktikum    : 9 September 2025

NIM                          : 2410951013                                                                  

Asisten Praktikum  :  Faren Muhamad Abdad, Aulia Rahma Okto Bendsi

Kelompok                  :  15

 

1.    Fixed Bias

Tabel 4.1 Percobaan fixed bias

Parameter

Nilai Pengukuran

Vrb

 11,72 V

Vrc

 19,48 V

Vb

 12,37 V

Vc

 12,37 V

Vbe

 0,263 V

Vce

 12,4 V

Ib

 1,03 mA

Ic

 1,08 mA

 

Gelombang Input

Gelombang Output

 

 






       2.    Emitter Stabillized Bias

Tabel 4.2 Percobaan emitter stabillized bias

Parameter

Nilai Pengukuran

Vrb

 10,16 V

Vrc

 10,68 V

Vre

1,543 V 

Vb

2,182 V 

Vc

1,714 V 

Ve

1,548 V 

Vbe

2,185 V 

Vce

165,7 mV 

Ib

1,02 mA 

Ic

1,08 mA 

 

Gelombang Input

Gelombang Output

 

 





        3.    Self Bias


Tabel 4.3 Percobaan self bias

Parameter

Nilai Pengukuran

Vrc

10,16 V

Vrb

10,68 V 

Vre

 1,543 V 

Vb

 2,182 V 

Vc

 1,714 V 

Ve

 1,548 V

Vbe

 2,185 V

Vce

 165,7 mV 

Ib

 1,02 mA

Ic

 1,08 mA

 

Gelombang Input

Gelombang Output

 

 





        4.    Voltage Divider Bias

 

Tabel 4.4 Percobaan voltage divider bias

Parameter

Nilai Pengukuran

VR1 & VR2

 11,57 V & 1,393 V

Vrc

 4,7 mV

Vre

 4,7 mV

Vb

 8,4 mV

Vc

 138,9 mV

Ve

 93,7 mV

Vbe

 12,34 V

Vce

 17,9 mV

Ib

 1,03 mA

Ic

 1,07 mA


Gelombang Input

Gelombang Output

 

 



 


        5.    Power IC dengan Regulator

 

Ic

Vin

Kapasitor

Resistor

Vout

7805

 7 V

 1 uF & 0,1 uF

100 Ω

 5,9 V

7809

 12 V

 1 uF & 0,1 uF

100 Ω

 9,24 V

7812

 12 V

 1 uF & 0,1 uF

100 Ω

 8,31 V

 

2. Prinsip Kerja [Kembali]


1.Fixed Bias






Prinsip kerja fixed bias pada transistor adalah dengan memberikan arus bias ke terminal basis melalui sebuah resistor yang langsung terhubung ke sumber tegangan DC. Arus basis yang mengalir ini kemudian memicu arus kolektor sehingga transistor dapat beroperasi pada daerah aktif sebagai penguat. Besarnya arus basis bersifat tetap, karena hanya ditentukan oleh nilai resistor dan tegangan sumber, sehingga titik kerja transistor juga bergantung langsung pada kondisi tersebut. Namun, karena tidak ada mekanisme pengendalian otomatis, titik kerja transistor mudah berubah jika terjadi variasi suhu atau perubahan faktor penguatan transistor, sehingga stabilitas rangkaiannya kurang baik meskipun bentuknya sederhana.


2.Emitter Stabillized Bias





Prinsip kerja emitter stabilized bias adalah memberikan bias pada transistor dengan menambahkan sebuah resistor pada terminal emitter, di samping resistor pada basis. Resistor emitter ini berfungsi menciptakan tegangan jatuh akibat arus yang mengalir, sehingga terbentuk umpan balik (feedback) negatif. Umpan balik ini akan menstabilkan arus kolektor: jika arus kolektor cenderung naik akibat perubahan suhu atau variasi penguatan transistor, maka tegangan pada emitter juga meningkat. Kenaikan tegangan emitter tersebut mengurangi tegangan basis-emitter, sehingga arus basis menurun dan pada akhirnya menahan arus kolektor agar tidak terus naik.



3.Self Bias





Prinsip kerja self bias adalah dengan memberikan tegangan bias pada basis transistor melalui rangkaian pembagi tegangan yang terdiri dari dua resistor, sedangkan pada bagian emitter ditambahkan sebuah resistor. Tegangan yang dihasilkan oleh pembagi tegangan membuat arus basis menjadi relatif stabil, tidak terlalu dipengaruhi oleh perubahan penguatan transistor. Selain itu, resistor emitter menghasilkan tegangan jatuh yang menciptakan umpan balik negatif.


4.Voltage Divider



Prinsip kerja voltage divider bias adalah dengan memberikan tegangan bias pada basis transistor melalui dua buah resistor yang disusun sebagai pembagi tegangan dari sumber tegangan utama. Tegangan hasil pembagi tegangan inilah yang kemudian menjaga basis tetap mendapat tegangan yang stabil. Agar lebih terkontrol, pada bagian emitter dipasang sebuah resistor yang berfungsi menciptakan umpan balik negatif. Jika arus kolektor meningkat, tegangan pada emitter juga naik sehingga selisih tegangan basis-emitter berkurang. Hal ini otomatis menurunkan arus basis dan membuat arus kolektor kembali stabil. Dengan cara ini, titik kerja transistor tetap terjaga meskipun ada perubahan suhu atau perbedaan karakteristik transistor.



5.Power IC dengan Regulator

 




Gambar  IC regulator dengan kapasitor



Gambar IC regulator dengan resistor


Prinsip kerja IC regulator adalah mengatur dan menstabilkan tegangan keluaran agar tetap konstan, meskipun terjadi perubahan pada tegangan masukan atau beban yang terhubung.








3. Video Percobaan [Kembali]


1.Percobaan Fixed Bias



2.Percobaan Emitter Stablizied dan Self Bias






3.Percobaan Voltage Divider



4.Percobaan IC Regulator



5.Penjelasan Kondisi








4. Analisa[Kembali]


1.Analisa prinsip kerja dari rangkaian self bias berdasarkan nilai parameter yang didapatkan ketika percobaan.

Jawab :  

Berdasarkan hasil pengukuran pada rangkaian self bias, terlihat bahwa tegangan basis bernilai sekitar 2,182 V dan tegangan emitter sebesar 1,548 V. Selisih antara keduanya menghasilkan tegangan basis–emitor sekitar 0,63 V yang sesuai dengan karakteristik normal transistor silikon. Hal ini menunjukkan bahwa transistor memang telah dibias maju pada bagian basis–emitor. Resistor emitter juga menghasilkan tegangan sebesar 1,543 V.

Namun, nilai tegangan kolektor–emitor (VCE) yang hanya sebesar 0,165 V menunjukkan bahwa transistor berada dalam kondisi hampir jenuh, bukan di daerah aktif . Kondisi ini juga didukung oleh perbandingan arus kolektor dan arus basis yang hampir sama (IC ≈ IB), sehingga nilai penguatan arus (β) terlihat sangat kecil. Artinya, arus basis yang diberikan terlalu besar dibanding kemampuan kolektor untuk mengalirkan arus sesuai beban, sehingga transistor tidak dapat bekerja optimal sebagai penguat.


2.Analisa prinsip kerja dari rangkaian voltage divider bias berdasarkan nilai parameter yang didapatkan ketika percobaan.

Jawab :

Berdasarkan hasil pengukuran pada rangkaian voltage divider bias, diperoleh tegangan pembagi (VR1 dan VR2) sebesar 11,57 V dan 1,393 V yang berfungsi membentuk tegangan bias di terminal basis. Tegangan basis (VB) tercatat sebesar 8,4 mV dan tegangan emitter (VE) sebesar 93,7 mV, sehingga nilai VBE yang terukur adalah 12,34 V. Nilai ini jauh lebih tinggi dibandingkan karakteristik normal transistor silikon (sekitar 0,7 V), sehingga dapat disimpulkan bahwa transistor tidak bekerja pada daerah aktif. Hal ini juga diperkuat dengan tegangan kolektor–emitor (VCE) yang sangat rendah, yaitu hanya 17,9 mV.

Arus basis (IB) yang terukur adalah 1,03 mA dan arus kolektor (IC) sebesar 1,07 mA. Perbandingan IC terhadap IB menunjukkan bahwa transistor tidak memberikan penguatan arus yang signifikan, melainkan hanya sedikit lebih besar dari arus basis. Meskipun konfigurasi voltage divider bias secara teori berfungsi untuk menghasilkan titik kerja yang stabil dan tidak bergantung besar kecilnya β transistor, hasil percobaan menunjukkan bahwa konfigurasi resistor menyebabkan transistor bekerja di daerah saturasi.

Secara prinsip, voltage divider bias tetap bekerja dengan mekanisme pembagi tegangan pada basis yang digabung dengan resistor emitter sebagai umpan balik negatif, sehingga titik kerja menjadi lebih stabil. Namun, pada percobaan ini nilai resistor yang dipakai atau kesalahan pada alat seperti multimeter atau jumper dan juga modul membuat transistor tidak berada di daerah aktif, sehingga fungsi penguatan tidak tercapai secara ideal.


3.Analisa pengaruh variasi kapasitor dan resistor terhadap output pada rangkaian Power Supply dengan IC Regulator.

Kapasitor di rangkaian regulator berguna agar tegangan keluarannya tetap stabil, mengurangi noise. Resistor 100 Ω berguna sebagai beban, semakin kecil nilai resistornya, arus yang mengalir semakin besar sehingga tegangan output menurun.

Jadi semakin besar nilai kapasitor, tegangan keluaran makin stabil karena kapasitor bisa menyimpan muatan lebih banyak dan meredam riak (ripple) lebih baik, resistor sebagai beban dalam rangkaian, dan tegangan input harus selalu lebih tinggi dari output.


5. Download File[Kembali]


Download File Laporan Akhir ( Download )

Download video penjelasan kondisi :( Download disini )

Download video percobaan satu ( Download disini )

Download video percobaan dua ( Download disini )

Download video percobaan empat ( Download disini )

Download video percobaan lima ( Download disini )

Download Datasheet Transistor  : ( Download disini )



Komentar